Tradisi THR di Indonesia, Cara Sederhana Ajarkan Anak Arti Berbagi

- Publisher

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Tradisi memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Setiap tahun, momen ini selalu dinanti, terutama oleh anak-anak yang dengan penuh kegembiraan menunggu amplop berisi rezeki dari orang tua, keluarga, hingga kerabat.

Namun, di balik keceriaan itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. THR bukan sekadar pemberian uang, melainkan simbol kebersamaan, kasih sayang, dan kebahagiaan yang menguatkan ikatan keluarga.

Secara historis, tradisi ini telah berlangsung sejak masa Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 hingga ke-18. Kala itu, para raja dan bangsawan membagikan uang baru kepada anak-anak sebagai bentuk rasa syukur di hari kemenangan. Tradisi tersebut kemudian terus hidup dan berkembang hingga menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat saat ini.

BACA JUGA:  Kemendikdasmen Perkenalkan Regulasi Baru untuk Fasilitasi Organisasi Profesi Guru

Di era modern, momen pemberian THR menjadi peluang berharga bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak. Anak-anak dapat diajak memahami bahwa setiap rezeki yang diterima merupakan anugerah yang patut disyukuri, bukan semata-mata untuk dihabiskan.

BACA JUGA:  Sejarah Kata Halo Dipakai Saat Mengangkat Telepon

Lebih dari itu, THR juga bisa menjadi pintu masuk edukasi finansial sejak dini. Orang tua dapat membimbing anak untuk membagi uang yang diterima ke dalam beberapa kebutuhan, seperti menabung, bersedekah, dan penggunaan pribadi. Dari sini, anak belajar mengelola keuangan secara sederhana namun bermakna.

Nilai berbagi pun dapat ditanamkan melalui tradisi ini. Dengan mengajak anak menyisihkan sebagian THR untuk membantu sesama—baik kepada teman, tetangga, maupun kegiatan sosial—anak akan memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari menerima, tetapi juga dari memberi.

BACA JUGA:  Istimewanya Lailatul Qadar: Pasti, tetapi Tetap Misteri

Tak kalah penting, tradisi THR juga menghadirkan kehangatan dalam keluarga. Momen berkumpul, saling memberi, dan berbagi cerita menciptakan suasana yang mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga.

Pada akhirnya, tradisi memberi THR bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana pembelajaran yang penuh makna. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak, peduli, serta mampu menghargai setiap rezeki yang diterima—nilai yang akan terus relevan dari generasi ke generasi.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Setelah 10 Tahun: Instagram Perbarui Logo Teks, Tampil Lebih Modern
ARTOTEL Batam Hadirkan Outlet IQOS, Lengkapi Pengalaman Lifestyle di Jantung Kota Batam
Rayakan 20 Tahun: Apple Siapkan iPhone 20 untuk 2027, Desain Kaca Jadi Andalan Baru
Lomba 17 Agustus Bisa Jadi Haram, MUI Ingatkan Soal Uang Pendaftaran
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Foto KTP-el Bisa Diganti, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Surat Pengantar RT/RW
The Dudas Minus One Promosikan Natuna, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Sorotan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Setelah 10 Tahun: Instagram Perbarui Logo Teks, Tampil Lebih Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:49 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan Outlet IQOS, Lengkapi Pengalaman Lifestyle di Jantung Kota Batam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Rayakan 20 Tahun: Apple Siapkan iPhone 20 untuk 2027, Desain Kaca Jadi Andalan Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Lomba 17 Agustus Bisa Jadi Haram, MUI Ingatkan Soal Uang Pendaftaran

Berita Terbaru