INIKEPRI.COM – Tradisi memberi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Setiap tahun, momen ini selalu dinanti, terutama oleh anak-anak yang dengan penuh kegembiraan menunggu amplop berisi rezeki dari orang tua, keluarga, hingga kerabat.
Namun, di balik keceriaan itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. THR bukan sekadar pemberian uang, melainkan simbol kebersamaan, kasih sayang, dan kebahagiaan yang menguatkan ikatan keluarga.
Secara historis, tradisi ini telah berlangsung sejak masa Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16 hingga ke-18. Kala itu, para raja dan bangsawan membagikan uang baru kepada anak-anak sebagai bentuk rasa syukur di hari kemenangan. Tradisi tersebut kemudian terus hidup dan berkembang hingga menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat saat ini.
Di era modern, momen pemberian THR menjadi peluang berharga bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak. Anak-anak dapat diajak memahami bahwa setiap rezeki yang diterima merupakan anugerah yang patut disyukuri, bukan semata-mata untuk dihabiskan.
Lebih dari itu, THR juga bisa menjadi pintu masuk edukasi finansial sejak dini. Orang tua dapat membimbing anak untuk membagi uang yang diterima ke dalam beberapa kebutuhan, seperti menabung, bersedekah, dan penggunaan pribadi. Dari sini, anak belajar mengelola keuangan secara sederhana namun bermakna.
Nilai berbagi pun dapat ditanamkan melalui tradisi ini. Dengan mengajak anak menyisihkan sebagian THR untuk membantu sesama—baik kepada teman, tetangga, maupun kegiatan sosial—anak akan memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari menerima, tetapi juga dari memberi.
Tak kalah penting, tradisi THR juga menghadirkan kehangatan dalam keluarga. Momen berkumpul, saling memberi, dan berbagi cerita menciptakan suasana yang mempererat hubungan emosional antaranggota keluarga.
Pada akhirnya, tradisi memberi THR bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana pembelajaran yang penuh makna. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak, peduli, serta mampu menghargai setiap rezeki yang diterima—nilai yang akan terus relevan dari generasi ke generasi.
Penulis : RP
Editor : IZ















