Isu Iuran Rp17 Triliun ke BoP Dibantah, Ini Penjelasan Lengkap Presiden Prabowo

- Publisher

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. Foto:  Istimewa

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berkomitmen memberikan kontribusi dana sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17 triliun kepada Board of Peace (BoP).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pakar yang ditayangkan pada Sabtu (21/3/2026). Ia menegaskan bahwa sejak awal tidak ada janji maupun kesiapan dari Indonesia untuk memberikan iuran tersebut.

“Sejak awal kita tidak pernah menyatakan kesiapan untuk ikut iuran 1 miliar dolar. Tidak ada komitmen sama sekali,” tegas Prabowo.

Tidak Pernah Ada Komitmen Resmi

Presiden menekankan bahwa dalam berbagai forum internasional, Indonesia tidak pernah menyampaikan komitmen pendanaan kepada BoP. Isu yang berkembang dinilai tidak berdasar dan tidak mencerminkan posisi resmi pemerintah.

BACA JUGA:  Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai? Lakukan Tiga Langkah Ini

Tidak Hadir dalam Forum Donor Awal

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia juga tidak terlibat dalam pertemuan founding donors yang digelar di Washington D.C., Amerika Serikat. Pertemuan tersebut diikuti oleh negara-negara yang memang memberikan kontribusi dana awal.

“Itu pertemuan negara-negara penyumbang awal. Indonesia tidak ada di situ. Dari awal kita memang tidak berkomitmen soal pendanaan,” jelasnya.

Fokus pada Kontribusi Non-Finansial

Meski tidak memberikan kontribusi dana, Indonesia tetap menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dunia melalui jalur lain, seperti pengiriman pasukan penjaga perdamaian.

BACA JUGA:  Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Amsakar Siapkan 64 Titik Jadi Mesin Baru Ekonomi Batam

“Kita siap berkontribusi dalam bentuk pasukan perdamaian sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Presiden.

Peluang Bantuan Bersifat Situasional

Prabowo juga membuka kemungkinan kontribusi di masa depan, terutama dalam tahap rekonstruksi pascakonflik. Namun, kontribusi tersebut bersifat kondisional dan bukan dalam bentuk iuran tetap.

“Kalau situasi memungkinkan, seperti saat rekonstruksi dimulai, Indonesia bisa ikut membantu. Kita punya banyak pengalaman, termasuk melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah konflik,” katanya.

BACA JUGA:  PIP 2026 Dibuka Februari! Siswa TK hingga SMA Berpeluang Dapat Bantuan, Ini Syarat dan Cara Menjadi Penerima

Berawal dari Rancangan Dokumen

Isu mengenai kewajiban kontribusi 1 miliar dolar AS sebelumnya muncul dari rancangan piagam BoP yang dikaitkan dengan kebijakan Presiden Donald Trump. Dalam dokumen tersebut disebutkan adanya syarat kontribusi dana bagi negara yang ingin menjadi anggota tetap.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak terikat dengan ketentuan tersebut dan tetap mengedepankan prinsip selektif dalam menjalin kerja sama internasional.

Dengan demikian, posisi Indonesia dalam BoP tetap terbuka secara diplomatik tanpa komitmen finansial. Pemerintah memastikan setiap langkah yang diambil selalu mengutamakan kepentingan nasional serta kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:35 WIB

ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:58 WIB

Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya

Berita Terbaru