Jakarta, inikepri.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan agar jangan ada yang merasa paling agamis maupun Pancasilais. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pidato pada Sidang Tahunan MPR/DPR diakses dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).
“Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri,” ujar dia.
Jokowi mengatakan bahwa demokrasi memang menjamin kebebasan. Namun, ia menegaskan bahwa kebebasan itu harus tetap menghargai hak orang lain.
“Jangan ada yang merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan,” katanya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak itu biasanya merupakan tindakan yang tidak benar. Ia meyakini bahwa rakyat Indonesia yang beragam tak akan melakukan hal itu.
“Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita, tangani secara baik,” ucap Jokowi.
“Sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik,” imbuhnya.
Peranan Pers
Presiden Joko Widodo juga mengkritik penggunaan digital media dalam menyampaikan pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen.
Jokowi ingin semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa. Menurutnya, peran media digital yang besar harus diarahkan untuk membangun nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Semestinya perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang click dan menumpuk jumlah like,” kata Jokowi.
Jokowi meminta agar media berperan aktif untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa.
Baca Juga : Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Percepat Serapan Anggaran
“Seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Jokowi menyebut penegakan nilai-nilai demokrasi juga tak bisa ditawar. Demokrasi harus tetap berjalan dengan baik, tanpa mengganggu kecepatan kerja dan kepastian hukum, serta budaya adiluhung bangsa Indonesia.
Selain itu, kata Jokowi, nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta persatuan dan kesatuan nasional tidak bisa dipertukarkan dengan apapun juga.
“Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nilai-nilai Ketuhanan, yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, serta unggul dalam inovasi dan teknologi,” katanya.
Penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR dimajukan menjadi tanggal 14 Agustus 2020. Biasanya, sidang tahunan digelar sehari sebelum peringatan kemerdekaan 17 Agustus, yakni 16 Agustus.
Dalam sidang kali ini tamu undangan dan anggota MRP yang hadir secara fisik dibatasi lantaran pandemi Covid-19. Beberapa tamu undangan hadir secara virtual melalui platform yang telah disediakan.

















