Pantai Bebas Bikini di Arab Saudi, Ini Cerita Seorang WNI

- Publisher

Kamis, 21 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lelaki dan perempuan bebas berinteraksi di pantai Pure Beach, Arab Saudi / Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE

Lelaki dan perempuan bebas berinteraksi di pantai Pure Beach, Arab Saudi / Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE

INIKEPRI.COM – Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi menceritakan kondisi di kawasan King Abdullah City yang disebut melonggarkan aturan salah satunya bebas memakai bikini.

AFP melaporkan, kawasan pesisir di King Abdullah Economic City dibuka untuk turis, yang boleh datang berpasangan. Area ini berbatasan dengan Laut Merah.

Para wisatawan disebut boleh mengenakan pakaian renang bahkan bikini di kompleks hotel atau jalanan.

Tri Suci menceritakan saat dirinya berkunjung ke Science Technology University di King Abdullah City.

BACA JUGA:  Arab Saudi Cabut Larangan Masuk Bagi WNI

Menurutnya, kawasan tersebut memang mengizinkan kolam renang campur bagi laki-laki dan perempuan dengan pakaian bebas. Mengingat di lokasi itu banyak warga negara asing.

“Memang benar ada kolam renang campur (untuk lelaki dan perempuan) karena kan mahasiswanya dari luar negeri,” ujar Tri dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (18/10).

Tri mengatakan beberapa tempat wisata atau hiburan di Arab Saudi sudah ada yang membuka pantai untuk umum, yang tadinya bersifat privat dan ketat. Mulanya untuk rekreasi keluarga, lambat laun pasangan laki-laki dan perempuan, hingga kemudian pakaian bebas.

BACA JUGA:  Raja Salman Segera Izinkan Umrah Tapi Bertahap, Alhamdulillah!

“Sebenarnya bukan identik bikini. (tapi) berpakaian bebas,” lanjutnya.

Di kawasan King Abdullah City, menurut Tri, aturan bergantung penguasa wilayah tersebut. Selain soal pakaian, kebijakan mengenai dokumentasi juga ketat.

Jika akan memasuki tempat rekreasi di kota itu, akan ada larangan untuk mengambil gambar atau merekam keadaan. Bila petugas mendapati ada yang merekam, mereka akan mengambil HP atau alat yang digunakan perekam dan meminta agar segera dihapus.

BACA JUGA:  Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H

“Karena mereka sudah memberi aturan yang mana kita enggak boleh merekam. Kalau merekam, HP kita diambil, minta dihapus sesegera mungkin,” katanya

“Ya itu lah aturan di tempat-tempat yang terlarang bagi kita orang luar,” Tri melanjutkan.

Bukan Hal Baru di Arab Saudi

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru