Anggap Rizieq Shihab Lecehkan Presiden Jokowi, KSAD: Mendidih Darah Saya

- Publisher

Selasa, 30 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Foto: NET

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Foto: NET

INIKEPRI.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman merupakan sosok yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.

Namanya dikenal karena keberaniannya mencopot spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) saat menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Dudung mengungkapkan alasannya mengerahkan prajurit TNI untuk menurunkan baliho HRS di sudut-sudut wilayah Jakarta. Salah satunya karena tidak terima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dihina.

BACA JUGA:  Prajurit TNI Nangis di Mapolres, Tangan Anaknya Putus: Tolong Bapak Pimpinan TNI…

”Kemarin saya masuk ke Kodam Jaya itu baliho bergelimpangan, nada-nadanya seruan-seruan jihad, revolusi akhlak lah, sudah ada baliho di sembah. Saya pelajari, apa ini,” ujar Dudung di Podcast Deddy Corbuzier, Selasa (30/11/2021).

Sebelum mengambil keputusan, mantan Pangkostrad ini kemudian mempelajari video-video sebelumnya mengenai apa saja yang dilakukan Habib Rizieq selama ini.

”Saya lihat itu, beraninya sekali dia (HRS-red) mengatakan pimpinan kita, presiden kita dengan kata-kata yang tidak bagus sebagai warga negara. Mengganti nama presiden kita yang tidak benar. Mendidih darah saya kaya gitu itu, panas sudah,” tegasnya.

BACA JUGA:  PNS Boleh Poligami Lho, Ini Syaratnya

Dudung mengaku, darahnya semakin mendidih ketika mendapat laporan bahwa Kantor Satpol PP di Jakarta Utara didatangi dan disuruh memasang kembali baliho dan spanduk yang diturunkan sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kan gendeng. Wah tambah jadi (mendidih darah-red) memang mereka ini siapa,” kata Dudung.

Melihat keadaan ini, Dudung memutuskan negara harus hadir sebab kalau dibiarkan bahaya.

BACA JUGA:  Presiden: Tindak Tegas ASN yang Pamer Harta dan Kekuasaan

”Pol PP sudah ketakutan, didatangi bawa parang masa kita diam aja. Akhirnya polisi, kapolda waktu itu, saya dengan Pol PP. Ya polisi dulu, memang kan kita sesuai prosedur. Kapolda sampaikan ke gubernur bahwa ya memang sudah meresahkan. Akhirnya Pol PP, polisi, dibantu TNI ada surat dari Wali Kota minta bantuan ke TNI kepada Dandim untuk menertibkan itu. Ya sama-sama dengan polisi,” ujarnya. (RP/SINDONEWS)

Berita Terkait

Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah
Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Berita Terbaru