Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Inflasi Kepri di Bawah Inflasi Nasional

- Publisher

Selasa, 6 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik Inflasi Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022. Foto: Diskominfo Kepri

Grafik Inflasi Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Inflasi di Provinsi Kepulauan Riau bulan November 2022 yang berada di bawah inflasi nasional mendapatkan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Kepri secara year on year (yoy) sebesar 5,26 persen, berada di bawah inflasi nasional bulan November 2022 yang secara year on year (yoy) tercatat sebesar 5,42 persen.

Hal itu disampaikan Mendagri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring dari Sasana Bakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri RI, Jakarta, Senin (05/12).

Inflasi Kepri di bulan November 2022 yang sebesar 5,26 persen menempati urutan terendah ketujuh dari seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk provinsi di pulau Sumatera, Provinsi Kepri menempati urutan kedua inflasi terendah setelah Provinsi Sumatera Utara yang inflasinya sebesar 5,03 persen.

BACA JUGA :

Penyaluran BLT Pengendalian Dampak Inflasi di Tanjungpinang, Penerima Manfaat Akui Sangat Terbantu

BACA JUGA:  DP3 Tanjungpinang Gelar Pasar Murah di Depan Areca Batu IX

“Kita lihat dari 34 provinsi, ini 11 yang dibawah 5,42 persen, ini tolong bisa menjadi atensi kita,” ujar Tito Karnavian.

Tito Karnavian menyebutkan tidak mudah untuk mengendalikan inflasi. Dengan angka inflasi 5,42 persen, Indonesia menjadi negara kedua inflasi terendah setelah Jepang (3,7 persen) untuk negara-negara G20.

Pengendalian inflasi di Indonesia yang masih relatif stabil, disebutkan Tito Karnavian berkat koordinasi kerja yang sangat baik dari Tim Pengendalian Inflasi Tingkat Pusat bersama Tim Pengendalian Inflasi Tingkat Daerah.

“Seperti kami sampaikan bahwa angka nasional inflasi itu adalah agregat dari kerja pusat dan kerja seluruh pemerintah daerah, karena itulah bapak presiden ingin agar penanganan inflasi ini ditangani seperti pandemi, tiap Minggu dievaluasi sehingga kita semua tetap aware,” ujar Tito Karnavian.

Bersumber dari rilis BPS Kepri, inflasi yang terjadi di Kepulauan Riau terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 4,89 persen; kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan sebesar 2,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 2,05 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 5,26 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,16 persen; kelompok transportasi naik sebesar 17,46 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 2,38 persen; kelompok pendidikan naik sebesar 2,77 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 5,34 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 5,63 persen. Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,37 persen.

BACA JUGA:  Wali Kota Kukuhkan Pengurus KBST Masuhampa Tanjungpinang Periode 2022-2025

Tidak hanya soal inflasi, Tito Karnavian juga menyinggung tentang realiasasi pendapatan dan penyerapan anggaran di pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali mendapatkan apresiasi dari Tito Karnavian atas keberhasilan realisasi pendapatan yang tinggi.

BACA JUGA:  BPS Kepri : Terjadi Inflasi 0,37% di Mei 2024, Inflasi Tahunan Kepri Jadi 3,67%

Provinsi Kepri menduduki urutan ketiga realisasi pendapatan tertinggi secara nasional dengan besaran realisasi pendapatan mencapai 98,73 persen.

BACA JUGA :

Waspada! Pascainflasi Tinggi Terbitlah Stagflasi

“Kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada daerah-daerah yang realisasi pendapatannya katakanlah di atas 85 persen,” katanya.

Selain realisasi pendapatan yang tinggi, realisasi belanja APBD Provinsi Kepri juga masuk urutan tertinggi keempat secara nasional. Dari data Ditjen Bina Keuangan Kemendagri, realisasi belanja APBD Provinsi Kepri sampai tanggal 2 Desember 2022 telah mencapai 78,51 persen, di bawah Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Tengah.

Tito Karnavian mengharapkan realisasi belanja APBD terus dipercepat karena perputaran uang dari pemerintah akan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di daerah. (RBP)

Berita Terkait

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026
Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:39 WIB

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Berita Terbaru