Presiden RI akan Mengumumkan Deklarasi KTT ke-42 ASEAN 2023

- Publisher

Kamis, 11 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Pemimpin Negara Anggota ASEAN berfoto bersama sebelum Pertemuan ke-15 dari negara perwakilan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) pada KTT-ke 42 ASEAN, Kamis (11/5/2023) di Labuan Bajo. Foto: ASEAN2023 Host Photographer

Para Pemimpin Negara Anggota ASEAN berfoto bersama sebelum Pertemuan ke-15 dari negara perwakilan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) pada KTT-ke 42 ASEAN, Kamis (11/5/2023) di Labuan Bajo. Foto: ASEAN2023 Host Photographer

INIKEPRI.COM – Presiden RI Joko Widodo akan mengumumkan secara langsung deklarasi atau hasil akhir dari KTT ke-42 ASEAN 2023 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 hingga 11 Mei 2023.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, Kamis (11/5/2023).

“Saya ini masih menunggu suaranya hasil akhir dari KTT ini, yang akan diumumkan Bapak Presiden,” kata Teuku Faizasyah.

BACA JUGA :

Jokowi Ingatkan Bahaya Isu Politik Identitas dari Medsos

Menurut Teuku, deklarasi yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo sudah disepakati oleh negara anggota ASEAN. Kemungkinan dalam deklarasi tersebut terdapat sekitar 10 poin yang merupakan hasil akhir dari sejumlah rangkaian pertemuan yang dilakukan pada KTT ke-42 ASEAN 2023.

BACA JUGA:  PLN Jamin Layanan Listrik pada KTT ke-43 ASEAN tanpa Kedip

“Sepengetahuan saya ada sepuluh, nanti biasanya diberi nama delivery atau leaders declaration,” kata Teuku.

Ia pun menyebutkan, terdapat tiga hal yang berpotensi dimasukkan dalam deklarasi KTT ke-42 ASEAN 2023. Pertama, berkaitan dengan perdagangan orang atau traficking in person. Kedua, berkaitan dengan penggunaan mata uang selain dollar. Ketiga, peta jalan keanggotaan penuh Timor-Leste.

Ketiganya, diperkirakan akan masuk dalam deklarasi yang diumumkan, karena tengah menjadi perhatian dari anggota negara ASEAN dalam beberapa waktu belakangan.

“Kemungkinan tiga hal itu, melalui deklarasi itu ada kesepakatan tingkat pemimpin,” imbuh Teuku.

BACA JUGA :

Menko Polhukam: RUU Perampasan Aset Sudah di Meja Presiden

Berkaitan dengan implementasi deklarasi KTT ke-42 ASEAN 2023, lanjut Teuku, seluruh negara anggota ASEAN harus melaksanakan deklarasi yang telah dilahirkan melalui KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo. Meskipun, terdapat kepala negara yang tidak menghadiri KTT. Sebab, seluruh negara anggota ASEAN telah bersepakat mengenai implementasi kesepakatan tersebut.

BACA JUGA:  Kapan 1 Ramadhan 2022? Ini Jadwal Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Tindak lanjut yang harus dilakukan, bisa dalam bentuk kerja sama yang dilakukan oleh instansi pemerintah terkait di negara ASEAN. Kerja sama yang dijalin bisa disesuaikan dengan deklrasi yang telah disepakati pada KTT ke-42 ASEAN 2023.

“Memulai satu kerja sama di sektor tertentu dan juga mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama yang disepakati dalam bentuk konkret,” kata Teuku.

Diketahui, pada rangkaian pertemuan hari pertama KTT ASEAN 2023, Presiden Jokowi memimpin lima pertemuan KTT ke-42 ASEAN 2023 di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.

BACA JUGA:  UAS Dijodohkan dengan Santri Gontor, Calon Mertuanya Bos Toko Emas

Kelima pertemuan itu adalah KTT ke-42 ASEAN (Opening and Plenary Session), Pertemuan Antarmuka Pemimpin ASEAN dengan Perwakilan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Pertemuan Antarmuka Pemimpin ASEAN dengan Perwakilan Pemuda ASEAN, Pertemuan Antarmuka Pemimpin ASEAN dengan Perwakilan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), dan Pertemuan Antarmuka Pemimpin ASEAN dengan High-Level Task Force on ASEAN Community’s Post-2025 Vision (HLTF-ACV).

Pada Kamis (11/5/2023) ada dua pertemuan yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo, yaitu Sesi Retreat dan KTT Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Sementara itu, pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim karena keketuaan BIMP-EAGA saat ini dipegang oleh Malaysia. (RBP)

Berita Terkait

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar
Mau Hibahkan Tanah ke Anak? ATR/BPN Ungkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanpa Ribet
Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu
Menteri Agama Nasaruddin Yakin Pesantren Akan Jadi Sekolah Paling Dicari di Era AI

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:25 WIB

Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:16 WIB

Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:34 WIB

Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar

Berita Terbaru