Pernah Belajar Iqra? Ini Dia Orang di Balik Sampulnya

- Publisher

Minggu, 14 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Mungkin kita sudah tak asing dengan wajah kakek tua yang terpampang di sampul belakang Iqra. Namun, banyak yang belum tau siapa sosok tersebut sebenarnya. Beliau adalah K.H. As’ad Humam, penemu metode Iqra yang sampai hari ini masih kita gunakan.

Menariknya, K.H. As’ad Humam tidak berasal dari golongan muslim terpelajar. Ia hanya menyelesaikan sekolah hingga kelas 2 Madrasah (setingkat SMP), di Muhammadiyah Yogyakarta. Profesinya sehari-hari adalah pedagang perhiasan imitasi di pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta.

Mengalami pengapuran tulang belakang, K.H. As’ad Humam tak mampu leluasa bergerak sejak remaja hingga akhir hayat hidupnya. Ia harus menjalani sholat dalam posisi duduk lurus, tanpa rukuk dan sujud. Bahkan, untuk sekadar menengokkan kepala, K.H. As’ad Humam harus membalikkan seluruh tubuhnya. Hal inilah yang membuatnya berpose menggunakan tongkat di sampul belakang Iqra.

BACA JUGA:  Anies Minta Pemotor Hormati Pesepeda, Netizen Geram!

Momen eureka terjadi berkat pertemuannya dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Keduanya merupakan rekan dekat yang saling kenal lantaran profesi satu sama lain.

KH Dachlan Salim Zarkasyi telah terlebih dahulu menciptakan metode Qiroati yang dibukukan pada 1963. Mempelajari metode ala Zarkasyi tersebut, As’ad Humam sadar bahwa perlu dilakukan penyempurnaan agar pelajaran membaca Alquran lebih mudah diterima oleh para santri.

Ia pun mulai bereksperimen seorang diri. Setiap gagasan dicatatnya untuk diserahkan kepada KH Zarkasyi sebagai usulan. Namun, gagasannya kerap kali mengalami penolakan. Keduanya berselisih paham dan pada akhirnya memilih untuk saling mengembangkan metode masing-masing: KH Dachlan Salim Zarkasyi dengan metode Qiroati-nya, dan K.H. As’ad Humam dengan metode baru yang kemudian diberi nama Iqra.

BACA JUGA:  2 Prajurit TNI Terlibat Cinta Sesama Jenis, Begini Kronologinya

Metode pembacaan Iqra yang semula diperkenalkan hanya dari mulut ke mulut, kemudian mulai berkembang dan berterima di masyarakat Indonesia.

Hingga pada 1988 dan 1989, K.H. As’ad Humam mendirikan Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) AMM Yogyakarta dan Taman Pendidikan Alquran AMM Yogyakarta (TPA). Berdirinya dua institusi pendidikan sederhana tersebut, membuat K.H. As’ad Humam semakin leluasa memperkenalkan metode Iqra kepada para peserta didiknya.

Karena mudah berterima, metode Iqra pun semakin dikenal luas. Tidak hanya di Yogyakarta, namun hingga ke pelosok nusantara. Berkat kegigihannya, Mantan Menteri Agama Munawir Sjadzali pun menetapkan TKA dan TPA yang dibangun oleh K.H. As’ad Humam sebagai Balai Litbang LPTQ Nasional pada 1991 silam.

BACA JUGA:  Kado Ramadan 1445 H, Presiden Tetapkan Besaran Tunjangan Fungsional Pentashih Al-Qur'an

Pada Februari 1996, K.H. As’ad Humam sang penemu Iqra, wafat dalam usianya yang ke-63 tahun. Ia meninggal bertepatan pada hari Jum’at bulan Ramadhan.

Keefektifan metode Iqra telah dibuktikan secara ilmiah. Hanya dibutuhkan waktu setidaknya 18 bulan bagi anak usia 4-6 tahun untuk mampu membaca Alquran. Sementara itu, hanya butuh waktu 12 bulan bagi anak usia 7-9 tahun untuk dapat membaca Alquran.

Hops

Berita Terkait

Sempat Viral dan Membingungkan, Ditjen Dukcapil Luruskan Isu Larangan Fotokopi e-KTP
Kabar Lega untuk Guru Honorer! Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal, Jamin Tetap Bisa Mengajar
Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap
Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%
Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas
Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:01 WIB

Sempat Viral dan Membingungkan, Ditjen Dukcapil Luruskan Isu Larangan Fotokopi e-KTP

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:13 WIB

Kabar Lega untuk Guru Honorer! Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal, Jamin Tetap Bisa Mengajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:24 WIB

Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:28 WIB

Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka

Berita Terbaru