Anak – Anak Diminta Segera Imunisasi, Ada Potensi Wabah Ganda

- Publisher

Rabu, 1 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, ada potensi terjadinya wabah ganda (double outbreak).

Artinya, selain COVID-19, akan ada penyakit lain yang merebak secara bersamaan. Hal ini disebabkan menurunnya pelayanan imunisasi untuk anak dan bayi di masa pandemi.

“Kementerian Kesehatan mengungkapkan hasil survei bersama Unicef Indonesia dan pemerhati imunisasi anak. Faktanya, pelayanan imunisasi menurun karena wabah COVID-19,” ujar Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (30/6).

BACA JUGA:  Ketidakpastian Global Jadi Alasan Diterbitkannya PERPPU Cipta Kerja

Reisa lantas memberikan gambaran bahwa tanpa adanya satu vaksin untuk COVID-19 seperti saat ini, aktivitas miliaran penduduk dunia lumpuh.

“Sebab masyarakat belum punya pelindung dari COVID-19. Maka manfaatkan semaksimal mungkin ketahanan tubuh buatan yang telah ditemukan para ilmuwan dan pakar penyakit menular,” tegasnya.

“Dalam konteks saat ini, imunisasi secara lengkap pada anak dapat meningkatkan kekebalan tubuh bersama dan akhirnya bisa mengusir penyakit,” lanjut Reisa.

Dia mengimbau pelaksanaan imunisasi untuk anak secara lengkap sangat penting dilakukan meski di tengah masa pandemi. Namun, rangkaian imunisasi harus menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  WNI Boleh Masuk ke Singapura Lewat Batam Center, Ini Ketentuannya

Protokol yang dimaksud yakni, pertama, imunisasi dasar dan lanjutan diupayakan tetap diberikan sesuai jadwal. Tujuannya, agar melindungi anak dari sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti polio dan campak.

Kedua, secara operasional, layanan imunisasi di puskesmas, puskesmas keliling, posyandu atau fasilitas kesehatan lain harus mengikuti kebijakan pemda setempat. Ketiga, pelaksanaan imunisasi untuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi harus dimaksimalkan, termasuk pelaporannya.

BACA JUGA:  Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

Keempat, selalu menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak minimal 1,5 meter. Selain itu, situasi ini menjadi tantangan bagi program imunisasi dalam masa pandemi.

Terlebih ketiadaan imunisasi akan menimbulkan wabah ganda atau double outbreak berupa merebaknya COVID-19 dan penyakit menular lainya.

Menurut Reisa imunisasi penting diberikan kepada anak meski di tengah pandemi. Kendati begitu pemberian imunisasi tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Merahputih.com

Berita Terkait

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital
MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:48 WIB

WFH ASN Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pemerintah Fokus Perkuat Birokrasi Digital

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Berita Terbaru