Pengguna Medsos Harus Hati-hati Terhadap Informasi Post Truth

- Publisher

Kamis, 3 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Hati-hati bagi pengguna media sosial (medsos) saat ini dipenuhi dengan masifnya informasi yang bersifat post truth. Artinya, informasi yang tidak berbasis pada kebenaran, karena digantikan oleh penggunaan narasi yang manipulatif.

“Kita masuk dalam era post truth. Era dimana kebenaran tidak penting, yang penting adalah narasinya. Bagaimana oknum membuat ceritanya meyakinkan,” Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo dalam Webinar Peran Media Massa dalam menghadapi COVID-19 di Era Adaptasi Baru, Kamis (3/9/2020).

BACA JUGA:  Pemerintah Fokus Berantas Judi Online Senilai Rp5,6 Triliun melalui Transaksi E-Wallet

Menurut dia, dengan kemampuan oknum tersebut dalam merangkai cerita yang apik dapat membuat pengguna medsos mempercayainya. Sehingga, dapat mengalahkan peredaran informasi-informasi yang benar di berbagai platform aplikasi Medsos.

“Dengan kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” katanya.

BACA JUGA:  Pernah Belajar Iqra? Ini Dia Orang di Balik Sampulnya

Indikasi maraknya informasi post truth, kata dia, saat ini, banyak oknum yang pandai merangkai cerita, untuk menyudutkan seseorang. Padahal, oknum tersebut sebenarnya memberikan pernyataan yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Banyak orang yang mengaku bisa, ternyata sebaliknya tidak bisa melakukan. Kata-katanya ternyata bohong belaka,” imbuhnya.

Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) oknum yang melakukan tindakan tersebut harus mendapatkan ganjaran hukum yang tegas. Mengingat, kondisi tersebut akan membebani kondisi psikologi masyarakat yang sedang gundah gulana akibat belum meredanya pandemi.

BACA JUGA:  Menkominfo: Digitalisasi Pesat di Era Jokowi, Fondasi untuk Indonesia Emas 2045

Dampaknya sangat tidak baik bagi imunitas masyarakat yang mengakibatkan menurunnya imunitas diri. Hal tersebut, menyebabkan masyarakat rentan terinfeksi virus COVID-19.

“Ini membahyakan psikologi kita, karena membuat pusing dan stress,” pungkasnya.

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:08 WIB

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:35 WIB

ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Berita Terbaru