Pada Juli 2013, Habib Rizieq pernah mengatakan bahwa Presiden yang kala itu masih menjabat, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai seorang pecundang.
Pernyataan itu diungkapkan Rizieq merespon anggapan SBY yang mengatakan bahwa kericuhan FPI di Kendal telah menciderai ajaran Islam.
“Hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat,” tegas Habib Rizieq dalam pernyataan yang dimuat di situs FPI saat itu.
Lecehkan Budaya Sunda
Ketika menginjak tanah Sunda, tepatnya saat mengisi panggilan ceramah di Purwakarta, Jawa Barat pada 13 November 2015 , Habib Rizieq memplesetkan salam khas milik orang Sunda, yakni ‘Sampurasun’ menjadi ‘Campur Racun’.
Atas pernyaataan kontroversi yang dilontarkan Rizieq, sejumlah aktivis budaya Sunda yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat melakukan unjuk rasa dan protes ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap bidaua Sunda.
Sebut Pancasila Soekarno Ada di Pantat
Pada 27 Oktober 2016 silam, Habib Rizieq sempat dilaporkan oleh sejumlah pihak terkait ucapannya yang menyebut bahwa Pancasila Soekarno ada di Pantat.
Salah satu sosok yang melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri adalah putri dari Soekarno, yakni Sukmawati Soekarnoputri.
Dalam pernyataannya, Rizieq mengatakan bahwa, “Pancasila Sukarno, Ketuhanan ada di Pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanan ada di Kepala”.
Dianggap Hina Agama Nasrani
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















