Cerita Wanita Yahudi Haredi Mengajar Seks Oral di Israel

- Publisher

Jumat, 15 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

Menurut Rachel, keputusannya tidak dilatarbelakangi oleh ketidakpercayaan pada David, tetapi oleh keinginannya untuk memperkaya dirinya sendiri dan memanfaatkan kesempatan tersebut.

Rachel Yakobov, wanita Yahudi Haredi yang mendirikan The Oneg Academy sekaligus mengajarkan seks orang pada para perempuan di lembaga pendidikan seks di Israel tersebut. (Yuval Chen/Ynet)

“Saya memutuskan untuk mempelajari semua trik dari wanita luar biasa ini, dan saat itulah saya jatuh cinta dengan pendidikan seksual, yang sebagai wanita religius tidak pernah dibicarakan orang dengan saya,” kata Rachel.

BACA JUGA:  Kabar Baik, Arab Saudi Mengakhiri Larangan Masuk

“Saya belajar bahwa dalam hal seksualitas, kami sering buntu. Kami mungkin mempelajari trik baru di sana-sini, tetapi kami tidak pernah benar-benar mempelajari sesuatu yang baru. Ini memberi saya kesempatan untuk benar-benar memperkaya diri saya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Korea Utara Izinkan Warganya di Luar Negeri untuk Kembali Pasca-COVID 19

Adapun David, kata Rachel, kemudian juga memutuskan untuk juga menghadiri kelas. “David secara khusus mendaftar di kelas tentang seks oral…Kami berdua ingin belajar, jadi kami belajar bersama, sebelum akhirnya mempraktikkan semua yang kami pelajari.”

Setahun yang lalu, Rachel, David dan kedua putra mereka kembali ke Israel, di mana dia membuka “The Oneg Academy”, yang diterjemahkan sebagai “Academy of Pleasure”. Di akademi, yang hanya diperuntukkan bagi wanita, dia mengajar murid-muridnya tentang kenikmatan seks oral dan mainan seks, sambil menyajikan minuman ringan dan makanan ringan.

BACA JUGA:  Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

“Pendekatan saya adalah penting untuk selalu mempelajari hal-hal baru, ditambah lagi sangat praktis,” kata Rachel. “Tujuan akhir saya adalah untuk memaksimalkan kesenangan wanita…Pemberdayaan wanita dalam Yudaisme sangat tidak bersemangat, salah satu cara untuk memperbaikinya adalah melalui seksualitas, saya yakin.”

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru