Saat menjadi Kapolda Banten, Listyo juga menorehkan catatan positif. Walau di awal dia sempat mendapat penolakan dari warga karena agama Katolik yang dianutnya, namun sikapnya menjadi pemimpin justru diapresiasi warga.
Selama dia memimpin, tak ada gejolak di antara warga. Termasuk nyaris tak ada perlawanan secara terbuka.
Kata Stanis, Listyo Sigit pandai menempatkan diri, termasuk meredam amarah warga. Hal yang sama pula pernah diterapkan saat menjadi Kapolres di Surakarta ketika Jokowi masih jadi Wali Kota Solo.
“Ketika di Surakarta, di Banten, di wilayah dengan basis muslim kuat, dia bisa melewatinya dengan mulus. Dia bisa menjalin komunikasi dengan baik kepada semua kalangan,” katanya.
Bahkan saat aksi 212 beberapa waktu lalu. Dia yang masih menjabat Kapolda Banten justru menerjunkan Brimob Asmaul Husna yang mengajak para pendemo untuk berzikir bersama.
“Dia sangat memahami kultur muslim. Dia cerdas dalam pendekatan budaya, religi, itu dia kerahkan, agar mencegah konflik. Dia cukup cerdas, dia atur strategi dengan baik. Ini penting dalam rangka merangkul semua kelompok, tetapi juga tegas terhadap pengganggu kemananan Indonesia,” katanya.
Jokowi Percaya Listyo Sigit
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















