Pernah suatu hari seorang penjual es cendol di Madrasah Al Wathoniah Klender, Jakarta Timur, mengalami hal unik dengan Habib Syaikhon.
Habib Syaikhon mengambil segelas es cendol yang dijualnya tanpa permisi dan tanpa membayar.
Penjual es cendol ini hanya bisa geleng-geleng kepala dan tanpa berkomentar apa pun.
Penjual es cendol ini sempat ingin marah, namun ia diberitahu oleh satpam yang mengenal Habib Syaikhon. Penjual es ini lantas membiarkannya.
Hal yang tak terduga terjadi setelahnya, tak berselang lama sekelompok orang yang entah dari mana memborong semua es cendolnya dengan bayaran yang lebih.
Penjual es cendol itu pun tak perlu lagi berjualan hingga larut malam.
Itulah beberapa perilaku Habib Syaikhon yang dianggap nyeleneh namun mendatangkan karamah bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.
Menurut seorang kerabatnya bernama Sania Ibrahim, dipercaya bahwa untuk dapat bertemu dengan Habib Syechan Al Bahar atau Wan Sehan syaratnya cukup mudah, yasalkan seseorang memiliki niat baik untuk bersilaturahmi.
Keberadaan Habib Syaikhon sendiri diyakini juga sering berpindah-pindah tempat.
Kadang ia berada di makam ayahnya di Masjid Baidho di Lubang Buaya Jakarta Timur, kadang ada di Gang Nangka Bintara 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi. (RM/Hops)

















