Ketika sedang melaksanakan tugas di daerah musuh itu, kapal selam mengalami kedaruratan karena tidak dapat diatasi kapal dalam keadaan bahaya udara beracun, akhirnya Komandan Kapal memerintahkan untuk melaksanakan peran peninggalan kapal.
Seluruh awak mempersiapkan diri untuk melaksanakan Sea And Jungle Survival sampai datangnya bala bantuan. Di tengah sulitnya menempuh medan berat itu mereka semua tertangkap oleh musuh dan ditahan di suatu tempat.
Baca Juga: KRI Nanggala 402, Tabah Sampai Akhir…
Sea and Jungle Survival merupakan bekal tambahan yang tidak kalah penting yang harus dikuasai dan dipahami oleh setiap personel dari Korps Hiu Kencana. Tak heran bila semangat kepahlawanan yang ditorehkan dalam sejarah Korps ini merupakan kebanggaan bagi setiap individu dan kelompok di dalamnya.
Di tahanan itu, para awak diinterogasi oleh lawan disiksa dan dipaksa untuk mengaku dan membuka rahasia tugas, namun mereka tetap setia dan tidak membocorkan rahasia dan dengan ketangkasan yang dimiliki awak itu, di suatu malam yang gelap berhasil mengelabuhi musuh, lalu meloloskan diri, sehingga terjadi pengejaran dan pendeteksian pada awak kapal yang melarikan diri itu.
Dari berbagai tahapan serta gambaran yang sedemikian itu, menunjukkan tidaklah mudah untuk masuk dan menjadi komunitas dengan semboyan “Tabah Sampai Akhir” itu. Semoga Korps Hiu Kencana selalu setia dan hadir dengan sikap kepahlawanan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia. (AFP/Okezone)
Halaman : 1 2

















