UAS Akui Punya Kontrak Politik dengan Kepala Daerah

- Admin

Sabtu, 18 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Abdul Somad. Foto: Istimewa

Ustaz Abdul Somad. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) mengaku mempunyai kontrak politik dengan tokoh yang ia bantu hingga menjadi kepala daerah seperti gubernur atau bupati dan wali kota.

UAS mengaku tidak keberatan membantu calon kepala daerah di politik praktis asalkan ada kontrak politik yang harus dipenuhi jika terpilih.

BACA JUGA:

UAS Ditolak Berdakwah di 5 Kota Indonesia, Terbaru di Jonggol

Singapura: Kami Tak Akan Biarkan Orang Seperti UAS Raih Pengikut di Sini

Baca Juga :  Steve Mara: Benny Wenda Sebar Hoaks Genosida, Tak Layak Bicara Papua

“Yang kita dukung ini bisa duduk jadi wali kota tentunya ada kontrak politik. Nanti setelah duduk, dia akan bangun sekolah Tahfiz Alquran, Rumah Alquran, kemudian salat berjamaah wajib, Baznas dihidupkan,” kata dia dalam acara Silahturahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (17/6). UAS hadir secara virtual dalam acara tersebut.

Baca Juga :  UAS Jadi Tersangka Penipuan Sumbangan Dana, Ini Faktanya

Somad tidak menyebutkan kepala daerah yang memiliki kontrak politik dengannya selama ini. Dia mengklaim sudah ada beberapa orang yang ia dukung berhasil menjadi kepala daerah.

“Pendapat-pendapat saya men-support orang-orang politik sehingga dia duduk menjadi Wali Kota, beberapa tempat saya men-support menjadi Gubernur,” kata Somad.

Menurutnya, tak salah jika ulama membantu seorang calon kepala daerah dengan pendapat-pendapatnya. Somad menyebut torehan sejarah Indonesia menunjukkan banyak pendakwah berdekatan dengan politik.

Baca Juga :  Setahun Joko Widodo-Ma’ruf Amin: Siapkan Vaksin Merah Putih

BACA JUGA:

Felix Siauw Bagikan List Penceramah Radikal dan Intoleran, Dirinya Nomor Dua dan UAS Urutan Lima

Ia mencontohkan Syekh Abdurrauf As-Singkili merupakan mufti dari Kerajaan Aceh dan Syekh Muhamad Arsyad berdekatan dengan politik.

“Bedanya mereka mewarnai kekuasaan, bukan mereka diwarnai oleh kekuasaan. Yang dikhawatirkan adalah kita diwarnai oleh kekuasaan,” kata Somad. (RBP/CNNINDONESIA)

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB