Efek Serius Kurang Tidur yang Sering Dianggap Remeh

- Admin

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Di tengah ritme hidup yang serba cepat, tidur sering dianggap sebagai aktivitas yang bisa dikorbankan.

Padahal, bagi orang dewasa, tubuh membutuhkan sekitar 7–8 jam tidur setiap malam agar bisa berfungsi optimal.

Ketika kebutuhan dasar ini diabaikan, dampaknya bisa mengganggu kesehatan tubuh maupun kondisi mental dalam jangka panjang.

Secara fisik, kurang tidur membuat sistem kekebalan melemah. Ketika jam istirahat tidak terpenuhi, tubuh menjadi lebih mudah terserang infeksi seperti flu dan demam.

Baca Juga :  Analisis Resiko Tunjukkan Wolbachia Aman untuk Jangka Panjang

Tak hanya itu, gangguan tidur juga mengacaukan metabolisme, meningkatkan kadar gula darah, dan menurunkan sensitivitas insulin.

Kondisi ini dapat memperbesar risiko diabetes tipe 2, obesitas, hingga masalah kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi serta penyakit jantung.

Dampaknya terhadap psikologis tidak kalah serius. Kekurangan tidur dapat mengganggu kemampuan fokus, memicu pelupa, dan memperlambat proses pengambilan keputusan.

Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko stres kronis, kecemasan, hingga depresi. Berbagai penelitian juga menemukan bahwa kurang tidur dapat memperparah gangguan mental yang sudah dimiliki seseorang.

Baca Juga :  COVID-19 Subvarian Omicron Arcturus Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejalanya

Satu bahaya lain yang sering tidak disadari adalah meningkatnya risiko kecelakaan. Pengemudi atau pekerja yang mengantuk cenderung memiliki respons lebih lambat setara dengan kondisi orang yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Tak sedikit kecelakaan lalu lintas maupun insiden kerja disebabkan oleh kelelahan akibat kurang tidur.

Baca Juga :  Waspada Punya Perut Buncit! Dapat Sebabkan Serangan Jantung

Para ahli mengimbau masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan tidur yang sehat. Caranya dengan tidur pada jam yang sama setiap hari, membatasi paparan layar sebelum tidur, menjaga suhu dan pencahayaan kamar tetap nyaman, serta mengurangi konsumsi kafein pada malam hari.

Tidur yang cukup bukan hanya membuat tubuh lebih segar, tetapi juga merupakan investasi penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Jangan Remehkan Sinar Matahari Pagi, Ini Manfaatnya bagi Tubuh
Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 08:05 WIB

Jangan Remehkan Sinar Matahari Pagi, Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Berita Terbaru