INIKEPRI.COM – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, mengimbau seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pemuda, untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di ruang publik terkait wacana pemakzulan pemerintah.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Senin (13/4/2026), Haris menegaskan bahwa dinamika demokrasi harus berjalan dalam koridor konstitusi dan tidak diarahkan melalui narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Masyarakat, khususnya pemuda sebagai pilar bangsa, harus mampu menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang. Jangan sampai terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar dan justru memicu perpecahan,” kata Haris.
Ia menilai, isu-isu yang mendorong pemakzulan di luar mekanisme konstitusional berpotensi menimbulkan kegaduhan publik serta mengganggu agenda pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Menurut Haris, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang mengakselerasi berbagai program prioritas di tengah tantangan geopolitik global yang dinamis.
“Pemerintahan Presiden Prabowo sedang running dan mengakselerasi program prioritasnya di tengah gejolak geopolitik global, namun masih ada kelompok yang menghasut dengan berbagai opini miring,” ujarnya.
Haris juga mengajak seluruh jajaran KNPI di tingkat pusat hingga daerah untuk aktif mengampanyekan pentingnya persatuan nasional dan memperkuat solidaritas kebangsaan.
“KNPI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan NKRI. Kami mengajak seluruh kader dan elemen pemuda untuk terus menyuarakan semangat persatuan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan nasional membutuhkan stabilitas politik dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.
“Pemuda harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga arah pembangunan bangsa. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” ucap Haris.
Haris berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai isu politik secara bijak serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
“Kita mesti lebih bijak menyikapi berbagai isu provokatif dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : IZ

















