3 Media Cetak Berhenti Terbit Justru Jelang HPN 2021

- Publisher

Selasa, 2 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto FB Primus Dorimulu)

(foto FB Primus Dorimulu)

Ini jawaban dari Primus Dorimulu, Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, masih satu grup dengan SP.

“Ke depan, tidak ada lagi koran yang sudah berusia 34 tahun itu (SP), baik dalam bentuk cetak maupun e-paper. Namun, kami akan tetap hadir memenuhi kebutuhan pembaca akan informasi yang sehat lewat platform digital dan audiovisual,” tulis Primus Dorimulu di akun FB-nya.

BACA JUGA:  Dari 4 Tahun, Hukuman Doni Salmanan Diperberat Jadi 8 Tahun Penjara

Penutupan “Suara Pembaruan,” kata Primus, merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus hadir memberikan kontribusi kepada bangsa dan kemanusiaan.  

“Sejak media cetak terkena disrupsi, kami mulai berkonsentrasi pada pengembangan media online dan televisi. Sejak 2012, para jurnalis HU “Suara Pembaruan” mengelola Beritasatu.com, mempersiapkan sebuah langkah peralihan dari cetak ke digital,” tambah Primus.

BACA JUGA:  Peningkatan Kunjungan Wisman Jadi Sinyal Positif Pariwisata Indonesia

Diakuinya, era 4.0 yang ditandai internet of things (IoTs) atau serba internet, memaksa berbagai jenis bisnis untuk shifting untuk mengembangkan usaha berbasis digital. 

Koran cetak “Suara Pembaruan” boleh mati, namun jurnalismenya tetap hidup di platform berita yang sesuai perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat. 

BACA JUGA:  PBNU: Salat Ied dan Takbiran Iduladha Boleh Digelar di Zona Hijau

Selama 34 tahun, bahkan 60 tahun jika dihitung sejak “Sinar Harapan”, harian ini melahirkan banyak jurnalis hebat. Mereka tidak saja bekerja di HU “Suara Pembaruan” dan sejumlah media di bawah bendera Beritasatu Media Holdings, melainkan di berbagai media massa di Indonesia. (ER/Viva)

Berita Terkait

Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu
Menteri Agama Nasaruddin Yakin Pesantren Akan Jadi Sekolah Paling Dicari di Era AI
Sempat Viral dan Membingungkan, Ditjen Dukcapil Luruskan Isu Larangan Fotokopi e-KTP
Kabar Lega untuk Guru Honorer! Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal, Jamin Tetap Bisa Mengajar
Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap
Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%
Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:13 WIB

Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Yakin Pesantren Akan Jadi Sekolah Paling Dicari di Era AI

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:01 WIB

Sempat Viral dan Membingungkan, Ditjen Dukcapil Luruskan Isu Larangan Fotokopi e-KTP

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:13 WIB

Kabar Lega untuk Guru Honorer! Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal, Jamin Tetap Bisa Mengajar

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:24 WIB

Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap

Berita Terbaru