Selepas Akademi Militer—waktu itu masih bernama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri)—, Moeldoko menjalani beragam penugasan.
Saat reformasi bergulir pada 1998, dia berada di Jakarta, menjadi sekretaris pribadi Wakil Kepala Staf TNI AD. Dia menjadi saksi suasana kebatinan di lingkungan TNI, terutama TNI AD, pada hari-hari itu.
Era reformasi bergulir, karier Moeldoko di militer melaju hingga menggapai posisi puncak menjadi Panglima TNI. Dia menyebut, semua perjalanan hidupnya dari anak miskin itu sebagai pembentuk keberadaannya hari ini.
Hari ini, dia menempati posisi sebagai Kepala Staf Presiden. Ada banyak lika-liku pula yang dia temui di sini. Lagi-lagi, perjalanan hidup mengajarkan banyak hal, termasuk soal pola kepemimpinan dan cara menyikapi kondisi yang tengah dihadapi.
Profil
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

















