Membongkar Sebab Mahalnya Harga Tiket Pesawat

- Publisher

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meminta kepada maskapai penerbangan untuk menambah jumlah pesawat yang beroperasi.

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini melambung tinggi akibat banyaknya permintaan.

“Kita lihat kapasitas harus ditambah untuk membuat harga tiket ini lebih terjangkau,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing di Bali, Senin (20/6).

BACA JUGA:

Naik Gila-gilaan, Harga Tiket Pesawat Ada yang Tembus Rp20 Juta

Penumpang Disarankan Tak Lepas Sepatu di Pesawat, Mengapa?

BACA JUGA:  Pelunasan Biaya Haji 1446 H Jemaah Reguler Dibuka 14 Februari 2025

Sandi menyebut, kenaikan harga tiket ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Mahalnya harga tiket pesawat juga terjadi di hampir semua negara.

Kondisi ini tak lain mengikuti hukum ekonomi. Tingginya permintaan tidak diimbangi dengan suplai yang seimbang. Di sisi lain ambruknya bisnis penerbangan selama pandemi membuat maskapai penerbangan tidak langsung bisa menyiapkan armada dalam waktu singkat.

Sebagaimana yang terjadi di maskapai milik negara, Garuda Indonesia. Sandi berharap dengan berhasilnya restrukturisasi yang didapat Garuda mampu mendorong maskapai segera menambah armada.

BACA JUGA:  IDC AMSI 2021 Angkat Tema Inovasi dalam Penguatan Ekonomi Digital

“Kita harap Garuda bisa tambah jumlah pesawat sehingga jumlah penerbangan bertambah dan ini bisa menurunkan bisanya tiket pesawat,” kata dia.

Harga Avtur

Sementara itu, terkait naiknya harga avtur sebagai bahan bakar pesawat, Sandiaga menempuh jalur perjanjian kerja sama dengan maskapai lainnya. Menurutnya strategi ini bisa terus dikolaborasikan untuk menghadirkan harga tiket yang terjangkau,

“Saya sudah tugaskan orang untuk melakukan perjanjian kerja sama demi untuk menambah kapasitas penerbangan terutama di Bali,” kata dia.

BACA JUGA:

Diam-Diam Singapura-Airbus Siapkan Pesawat Tenaga Air

BACA JUGA:  Indonesia Masuk Kategori Negara Low Impacted by Terrorism di 2024

Kotoran Manusia Jatuh dari Pesawat, Guyur Warga dan Kebun

Di sisi lain, Sandiaga telah membangun komunikasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk bekerja sama dengan maskapai penerbangan asing. Fokusnya pada menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Strategi ini dilakukan demi menjaga momentum pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan sektor terkait.

“Dengan menambah penerbangan dari maskapai kita atau asing ini untuk memastikan agar harganya lebih terjangkau dan menjaga momentum kebangkitan kita,” katanya mengakhiri. (DI/MERDEKA)

Berita Terkait

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:58 WIB

Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:36 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:09 WIB

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Berita Terbaru