Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

- Admin

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Dewan HAM PBB Wakil Tetap (Watap) RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro saat menghadiri pertemuan Dewan HAM PBB bertepatan dengan pelaksanaan pertemuan organisasi pertama, Kamis (8/1/2026) di Jenewa, Swiss Foto:PTRI Swiss

Presiden Dewan HAM PBB Wakil Tetap (Watap) RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro saat menghadiri pertemuan Dewan HAM PBB bertepatan dengan pelaksanaan pertemuan organisasi pertama, Kamis (8/1/2026) di Jenewa, Swiss Foto:PTRI Swiss

INIKEPRI.COM – Indonesia menorehkan capaian penting di panggung diplomasi global dengan resmi mengemban mandat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2026. Penetapan ini berlangsung bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan HAM PBB, dan diputuskan dalam pertemuan organisasi pertama Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (8/1/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa terpilihnya Indonesia merupakan hasil dari mekanisme pemilihan di tingkat kawasan Asia-Pasifik.

“Indonesia secara resmi dipilih oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group untuk dicalonkan dan kemudian ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026,” ujar Yvonne dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut Yvonne, capaian ini tidak terlepas dari kerja diplomasi yang konsisten, terkoordinasi, dan berkelanjutan yang dilakukan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Luar Negeri RI berperan sebagai koordinator utama dengan melibatkan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.

Baca Juga :  Dear Travelers Siap-siap Ya! Bangkok Sambut Turis Bulan Depan

“Upaya ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi internal hingga pendekatan intensif dengan perwakilan negara sahabat. Seluruh langkah dijalankan secara terstruktur dan sejalan dengan praktik diplomasi Indonesia di forum multilateral,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa menjadi ujung tombak diplomasi Indonesia di Dewan HAM PBB, dengan dukungan PTRI di New York serta seluruh perwakilan RI lainnya di berbagai negara.

Jabatan Presiden Dewan HAM PBB 2026 akan diemban oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Dubes Sidharto dikenal sebagai diplomat senior yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN serta Duta Besar RI untuk India dan Bhutan.

Baca Juga :  Bakamla RI Perkuat Sinergi Keamanan Maritim dengan Singapore Police Coast Guard

Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses kerja Dewan sepanjang tahun 2026. Peran tersebut mencakup fasilitasi dialog antarnegara, pengambilan keputusan kelembagaan, serta pengawalan berbagai isu hak asasi manusia secara objektif, inklusif, dan berimbang.

Yvonne menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah menyampaikan komitmen kuat untuk menjalankan tugas presidensi secara profesional.

“Indonesia berkomitmen mengemban presidensi Dewan HAM PBB dengan prinsip imparsialitas, transparansi, dan objektivitas. Fokus utama kami adalah membangun kepercayaan, memperkuat dialog lintas kawasan, serta mendorong keterlibatan konstruktif seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB dirangkum dalam tema “A Presidency for All”, yang mencerminkan tekad Indonesia untuk memperkuat konsensus, meningkatkan efektivitas kinerja Dewan, sekaligus menjaga kredibilitas Dewan HAM PBB dalam sistem multilateral global.

Baca Juga :  Palestina: 3.000-an Murid Tewas dalam Serangan Israel

Presidensi ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak Dewan HAM PBB dibentuk pada 2006. Selama ini, Indonesia tercatat telah enam kali menjadi anggota Dewan HAM PBB dan dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden, yakni pada 2009 dan 2024. Bahkan sebelumnya, Indonesia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi HAM PBB pada 2005, lembaga pendahulu Dewan HAM PBB.

Kepercayaan internasional ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi HAM global, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi Indonesia untuk mendorong pendekatan dialogis, inklusif, dan berkeadilan di tingkat dunia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Batam Sampaikan Komitmen Investasi USD 10 Miliar pada Forum Bisnis di Singapura

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB